Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Selengkapnya
  • Beranda
  • Seputar Kampus
  • FISIP Jayabaya Lakukan Visit Institution ke KONI Pusat, Dalami Diplomasi Olahraga Internasional

FISIP Jayabaya Lakukan Visit Institution ke KONI Pusat, Dalami Diplomasi Olahraga Internasional

  • 30 Oktober 2026, 08:44 WIB
  • /
  • Dilihat 29 kali

Foto : FISIP Jayabaya Lakukan Visit Institution ke KONI Pusat, Dalami Diplomasi Olahraga Internasional

JAKARTA – Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jayabaya, melakukan Visit Institution ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Kunjungan akademik ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung peran organisasi olahraga nasional dalam tata kelola olahraga global (global sport governance) dan diplomasi olahraga internasional.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengikuti diskusi bertajuk “Global Sport Governance: Peran KONI Pusat dalam Diplomasi” yang disampaikan Wakil VI Ketua Umum KONI Pusat, Dr. Drs. Josef Adreanus Nae Soi, M.M. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari penerimaan mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jayabaya di lingkungan KONI Pusat.

Koni

Rombongan mahasiswa dipimpin Ketua Program Studi Hubungan Internasional, Laila Indriyanti Fitria, bersama dosen Nina Widyaswati Aisha. Sementara itu, Josef didampingi sejumlah pengurus dan jajaran KONI Pusat, antara lain Kabid Luar Negeri Gudadi Bambang Sasongko, Kabid Sport Intelligence Eman Sungkowo, serta Kabid Media dan Humas Tirto Prima Putra.

koni 2

Dalam pemaparannya, Josef menjelaskan bahwa olahraga tidak hanya berkaitan dengan kompetisi dan pencapaian prestasi atlet, tetapi juga memiliki dimensi strategis dalam hubungan internasional. Olahraga dapat menjadi sarana negosiasi, kerja sama lintas negara, pertukaran budaya, sekaligus diplomasi untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara lain.

Ia menerangkan bahwa global sport governance merupakan sistem aturan, norma, dan kelembagaan yang mengatur penyelenggaraan olahraga lintas negara. Di dalamnya terdapat peran pemerintah, organisasi olahraga internasional, serta berbagai lembaga multilateral yang memengaruhi kebijakan olahraga dunia.

“Inti dari hubungan internasional adalah negosiasi, ini yang bicara praktisi,” ujar Josef dalam diskusi tersebut.

Menurutnya, KONI Pusat turut menjalankan diplomasi olahraga bilateral melalui kerja sama internasional. Salah satu contohnya adalah kerja sama dengan Korea Selatan melalui nota kesepahaman pada 2018 yang mencakup pertukaran atlet dan pelatih serta latihan bersama. Kerja sama lainnya dilakukan dengan Brunei Darussalam melalui pengiriman pelatih polo Indonesia dan dengan Timor-Leste melalui program pembelajaran olahraga petanque di Nusa Tenggara Barat.

Mahasiswa Pelajari Diplomasi Pencak Silat

Pembahasan juga menyoroti upaya KONI Pusat bersama Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) untuk mendorong pencak silat agar dapat dipertandingkan dalam Olimpiade Los Angeles 2028.

Josef menjelaskan, upaya tersebut membutuhkan strategi yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas pelatih melalui sertifikasi internasional, kerja sama dengan perguruan tinggi di berbagai negara, hingga sosialisasi dan demonstrasi pencak silat di tingkat global.

Bagi mahasiswa Hubungan Internasional, isu tersebut menjadi contoh konkret bagaimana olahraga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen diplomasi budaya sekaligus sarana memperkenalkan identitas Indonesia kepada masyarakat dunia.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga diarahkan menyusun policy brief berjudul “Strategi KONI agar Pencak Silat Masuk Olimpiade Los Angeles 2028: Perspektif Diplomasi HI”. Melalui tugas tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis persoalan olahraga dari perspektif hubungan internasional serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang relevan.

Selain diplomasi olahraga, Josef mengangkat kasus sanksi FIFA terhadap Indonesia pada 2015–2016 sebagai pembelajaran mengenai hubungan antara kebijakan pemerintah, organisasi olahraga nasional, dan lembaga olahraga internasional. Kasus tersebut memperlihatkan pentingnya koordinasi kelembagaan serta kepatuhan terhadap aturan internasional dalam menjaga partisipasi Indonesia di kompetisi dunia.

Kunjungan institusi ini memberikan gambaran kepada mahasiswa FISIP Universitas Jayabaya bahwa kajian hubungan internasional tidak hanya berlangsung dalam ruang diplomasi politik formal. Dunia olahraga juga menjadi arena penting untuk mempelajari negosiasi, kerja sama antarnegara, tata kelola global, dan diplomasi budaya.

Melalui kegiatan Visit Institution ini, mahasiswa diharapkan dapat menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik diplomasi yang dijalankan oleh lembaga nasional, sekaligus memperluas wawasan mengenai peran strategis olahraga dalam hubungan internasional.  (Liputan oleh : Nina Widyaswasti Aisha/ Ines Sheraton)

 

Logo

Sekretariat Pendaftaran:
Gedung Rektorat Lt. I
Jl. Pulomas Selatan Kav. 23
Jakarta Timur 13210

0813-9848-2209 (WA)
0813-3332-2128 (WA)
0856-0999-1958 (WA)
(021)470-0892 (Jam Kerja)

Tetaplah Terhubung

Mari jalin silaturahmi dengan mengikuti akun sosial media kami

Kalender

Oct 2026
M S S R K J S
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31