Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Selengkapnya

RUMAH KITA : Warisan 1958 Melintasi Zaman

  • 26 September 2026, 11:19 WIB
  • /
  • Dilihat 27 kali

Oleh : Husain Muhammad (Anak Ideologis Moeslim Taher) 

 

" .... Dan (mereka) memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia- sia: Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Qs.Al Imran: 191) 

 

Ketika sebuah kalimat bertransformasi dari sekedar susunan kata menjadi sebuah warisan yang melintasi zaman, kita tahu kedalaman jiwa orang yang melahirkannya. Bagi civitas akademika Universitas Jayabaya, "Hidup Berakal: Mati Beriman, " yang diwariskan oleh sang pendiri, bukan sekedar hiasan seremonial. Ia adalah sebuah manifesto - sebuah pernyataan sikap terbuka mengenai bagaimana seorang manusia seharusnya mendesain ruang hidup dan ruang matinya. 

Di bawah tulisan 'Rumah Kita' kali ini, mari kita bedah anatomi pemikiran Transendental tersebut untuk dapat menemukan inti saripati yang membuat warisan 1958 ini tetap hidup menembus berbagai generasi. 

Anatomi Nalar : Hidup Berakal

Dalam membedah manifesto ini "hidup berakal" harus diletakkan pada konteks perjuangan beliau. Lahir dari perpaduan kultur Aceh dan Minangkabau yang dinamis, Moeslim Taher menolak pemikiran yang statis. Ketika mendirikan Universitas Jayabaya pada saat usia yang sangat muda, beliau sedang melakukan "pertaruhan intelektual" untuk membebaskan generasi muda anak bangsa dari kebodohan setelah era penjajahan.

Bagi Moeslim Taher, hidup berakal memiliki tiga dimensi filosofis. 

1. Akal sebagai alat Optimalisasi. Akal adalah kemudi vertikal untuk membedakan yang mashlahat (baik) dari yang mudhorat (buruk). Hidup tanpa optimalisasi akal adalah bentuk pengingkaran terhadap martabat kemanusiaan. 

2. Karakteristik Ulul Albab: Konsep ini berakar kuat pada ayat pembukaan diatas (Al-Imran : 191) dimana manusia dituntut untuk tidak memisahkan nalar kritis ilmiah (memikirkan penciptaan alam) dengan kesadaran ketuhanan (mengingat Allah) 

3. Pohon Pengetahuan : Ini senada dengan pandangan Imam Al- Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, akal laksana matahari dan ilmu adalah cahayanya. Universitas Jayabaya didirikan sebagai ekosistem agar "pohon akal" Ini berbuah bagi kemaslahatan bangsa. 

Maka, di dalam "Rumah Kita" bernama Jayabaya, mahasiswa dididik bukan untuk jadi bebek yang membebek, melainkan menjadi subyek hukum dan penggerak ekonomi yang rasional, obyektif dan berbasis data.

Anatomi Transendensi "Mati Beriman"

Jika paruh pertama, manifesto ini berbicara tentang penaklukan dunia materi, maka paruh kedua 'Mati Beriman" - adalah sebagai rem darurat. Disinilah kepekaan spiritual Moeslim Taher. Beliau memotong potensi kesombongan intelektual yang sering menjangkiti kaum terpelajar. 

Sebagai tokoh nasional, Moeslim Taher sadar betul bahwa sains dan logika me miliki garis finish yang absolut. Garis itu bernama kematian. 

Batas, Rasionalitas : Ketika detak jantung berhenti, dan badan jasmani runtuh, seluruh gelar akademik, status sosial tidak lagi memiliki daya tawar Akal telah menyelesaikan tugas dunianya. 

Kompas Abadi : Di pintu Liang lahat, tingkat estafet kehidupan diserahkan sepenuhnya kepada iman. Sebagaimana yang diingatkan oleh Allah SWT dalam surat Al- Imran : 102 "... dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (berserah dan beriman)

Manifesto "Mati Beriman" Mengingatkan kita bahwa ilmu pengetahuan setinggi apapun harus bermuara pada kerendahan hati di hadapan Sang Khaliq. 

Sintesis : Jalan Tengah Jayabaya 

Melalui pembedahan ini, Moeslim Taher berhasil meruntuhkan dualisme ekstrem yang sering membelah manusia modern. 

Manifesto ini menawarkan jalan tengah : Jadilah manusia, yang paling logis, kritis, solutif dan profesional saat kaki kita menginjak bumi (Hidup Berakal) ; namun juga jadilah hamba yang paling tulus, ihlas dan kokoh menjaga Tauhid saat bersiap kembali ke langit (Mati Beriman).

Tugas kita hari ini bukan sekedar mempertahankan eksistensi kampus, melainkan memastikan bahwa setiap jengkal nalar yang kita asuh diruang-ruang kuliah selalu dituntun oleh cahaya iman yang tak pernah padam. 

Genggam dunia dengan akalmu, tatap kepulangannya dengan imanmu. Inilah sejatinya manusia Jayabaya yang siap melintasi zaman.

Oleh : Drs. H. Husain Muhammad, M.M

(BPH Jayabaya)

 

Logo

Sekretariat Pendaftaran:
Gedung Rektorat Lt. I
Jl. Pulomas Selatan Kav. 23
Jakarta Timur 13210

0813-9848-2209 (WA)
0813-3332-2128 (WA)
0856-0999-1958 (WA)
(021)470-0892 (Jam Kerja)

Tetaplah Terhubung

Mari jalin silaturahmi dengan mengikuti akun sosial media kami

Kalender

Sep 2026
M S S R K J S
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30