Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Selengkapnya

Public Disscusion #2 FISIP HI Jayabaya : Persaingan Ekonomi Global

  • 15 Juli 2026, 21:58 WIB
  • /
  • Dilihat 11 kali

Ulasan Diskusi oleh :  Hanifatushafa Al Ghifarie - Mahasiswi FISIP HI Jayabaya. Artikel ini adalah analisa pada Public Disscusion #2 FISIP HI Jayabaya => “Persaingan Ekonomi Global : Rivalitas Antar Negara - Negara Besar Dalam Sistem Internasional Kotemporer", Mata Kuliah Media Internasional, Dosen : Nina Widyaswasti Aisha, S.Sos., M.Si.

Jakarta - Pada seminar yang saya ikuti kali ini, narasumber Dr. Ichsanuddin Noorsy membahas mengenai "Menghentikan Tekanan Berkesinambungan", yaitu bagaimana kondisi ekonomi Indonesia saat ini terus menghadapi berbagai tekanan, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai penyebab tekanan ekonomi tersebut, dampaknya terhadap masyarakat, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan agar Indonesia memiliki ekonomi yang lebih mandiri.

Di awal pemaparan, narasumber menjelaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh sistem ekonomi internasional. Menurut beliau, sejak Indonesia semakin terbuka terhadap investasi asing dan mengikuti berbagai aturan ekonomi global, ruang pemerintah dalam menentukan kebijakan ekonomi menjadi lebih terbatas.

Akibatnya, banyak kebijakan yang harus menyesuaikan dengan kondisi dan kepentingan pihak luar.

Penjelasan ini membuat saya memahami bahwa pengaruh internasional ternyata bisa masuk melalui sistem ekonomi, bukan hanya melalui hubungan politik atau diplomasi. Narasumber juga menjelaskan bahwa perubahan situasi dunia, seperti persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, konflik di Timur Tengah, hingga perubahan tatanan dunia dari sistem unipolar menuju multipolar, ikut memengaruhi kondisi ekonomi Indonesia.

Dampaknyadapat terlihat dari melemahnya nilai tukar rupiah, naiknya harga energi, meningkatnya biaya impor, serta kondisi perdagangan internasional yang semakin tidak menentu. Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi Indonesia tidak bisa dipisahkan dari situasi global yang sedang terjadi.

Selain membahas faktor eksternal, seminar ini juga menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di dalam negeri. Salah satu pembahasan yang menurut saya cukup menarik adalah mengenai kondisi sektor riil yang masih lemah. Meskipun dana di perbankan sebenarnya cukup besar, penyaluran kredit kepada dunia usaha belum berjalan secara optimal. Akibatnya, banyak pelaku usaha mengalami kesulitan mendapatkan modal untuk mengembangkan usahanya. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya lapangan pekerjaan, meningkatnya PHK, serta menurunnya daya beli masyarakat. Dalam seminar ini juga dijelaskan konsep Sandwich Effect. Dari yang saya pahami, Indonesia saat ini berada di antara dua tekanan sekaligus.

Di satu sisi ada tekanan dari luar, seperti ketidakpastian ekonomi global, konflik internasional, dan perlambatan perdagangan dunia. Di sisi lain, Indonesia juga masih menghadapi persoalan di dalam negeri, seperti tingginya beban utang, ruang fiskal yang terbatas, serta lemahnya sektor riil. Karena kedua tekanan tersebut terjadi secara bersamaan, penyelesaiannya juga memerlukan kebijakan yang saling mendukung.

Bagian yang paling menarik bagi saya adalah ketika narasumber menjelaskan konsep Silent Invasion atas invasi senyap. Menurut beliau, bentuk pengaruh negara lain saat ini tidak lagi dilakukan melalui perang atau penjajahan secara langsung, tetapi melalui sistem ekonomi, investasi, utang luar negeri, teknologi, hingga aturan-aturan global. Akibatnya, tanpa disadari suatu negara dapat menjadi sangat bergantung pada pihak luar sehingga ruang untuk mengambil kebijakan secara mandiri menjadi semakin sempit.

Di akhir seminar, narasumber menyampaikan bahwa Indonesia tidak harus menutup diri dari dunia internasional.

Namun, Indonesia perlu memperkuat fondasi ekonominya sendiri, seperti meningkatkan produksi dalam negeri, memperkuat sektor industri, mendukung perkembangan UMKM, serta menciptakan kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan nasional. Menurut beliau, dengan cara tersebut Indonesia tetap dapat menjalin kerja sama dengan negara lain tanpa kehilangan kemandirian dalam menentukan arah pembangunan ekonomi. (*)

Logo

Sekretariat Pendaftaran:
Gedung Rektorat Lt. I
Jl. Pulomas Selatan Kav. 23
Jakarta Timur 13210

0813-9848-2209 (WA)
0813-3332-2128 (WA)
0856-0999-1958 (WA)
(021)470-0892 (Jam Kerja)

Tetaplah Terhubung

Mari jalin silaturahmi dengan mengikuti akun sosial media kami

Kalender

Jul 2026
M S S R K J S
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31