Lembaga Penjaminan Mutu

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu

Ir. Endang Sri Rahayu, M.Kom.

 

SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) adalah kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu pendidikan secara terencana dan berkelanjutan. Penjaminan mutu internal Perguruan Tingggi melaksanakan proses penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga pemangku kepentingan (stakeholders) internal dan eksternal perguruan tinggi, yaitu mahasiswa, dosen, karyawan, masyarakat, dunia usaha, asosiasi profesi, pemerintah memperoleh kepuasan atas kinerja dan keluaran perguruan tinggi.

 

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Jayabaya

Tuntutan peningkatan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan (continous quality improvement), Universitas Jayabaya pada tahun 2010 mulai membentuk Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Jayabaya (LPM UJ). Melalui LPM UJ, diharapkan upaya penjaminan mutu (quality assurance) di Universitas Jayabaya  dapat berjalan lebih terarah, komprehensif, dan terintegrasi dalam sistem perguruan tinggi.

VISI

Pada tahun 2036 menjadi salah satu Lembaga Penjaminan Mutu terbaik di tingkat nasional yang mampu mewujudkan Universitas Jayabaya (UJ) sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka, unggul dan berdaya saing.

 

 MISI

  1. Membangun sistem dokumentasi mutu sebagai pedoman pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Universitas Jayabaya
  2. Melaksanakan siklus penjaminan mutu akademik (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat) dan non akademik  (SDM, Keuangan dan Sarana Prasarana) secara berkelanjutan di seluruh unit kerja Universitas Jayabaya
  3. Melaksanakan audit mutu internal dalam bidang akademik dan non akademik
  4. Melaksanakan monitoring dan evaluasi internal terhadap kegiatan akademik dan non akademik
  5. Mendorong terbentuknya budaya mutu di lingkungan UJ

 

TUJUAN

  1. Terwujudnya model sistem penjaminan mutu internal Universitas Jayabaya yang memenuhi sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.
  2. Tersedianya dokumen mutu (kebijakan, manual, standar dan formulir) sesuai ketentuan Standar Pendidikan Tinggi
  3. Terlaksananya SPMI yang memenuhi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan) secara konsisten di seluruh unit di lingkungan UJ
  4. Meningkatnya standar mutu di semua unit Universitas Jayabaya secara terencana dan berkelanjutan
  5. Terlaksananya kegiatan audit mutu dan monev dengan prinsip pemberdayaan dalam upaya peningkatan mutu di seluruh unit kerja Universitas Jayabaya

 

STRATEGI

  1. Penguatan Kelembagaan Penjaminan Mutu,
  2. Integrasi 3 Pilar Penjaminan Mutu (SPME, SPMI, PDPT),
  3. Membangun Sistem yang Berintegritas
  4. Konsistensi Pelaksanaan Siklus SPMI (Penetapan Pelaksanaan Evaluasi Pengendalian Peningkatan)
  5. Pelaksanaan Program-Program untuk Membentuk Budaya Mutu

Kelembagaan

UNIVERSITAS

 

Organisasi Penjaminan Mutu di tingkat Universitas adalah sebagai berikut:

  • Pelaksana: Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)
  • Penanggung jawab Sistem Penjaminan Mutu Akademik : Kepala LPM
  • Penanggung Jawab Sistem Audit Internal : Bagian Monev
  • Tugas :
    • Merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan penjaminan mutu
    • Menyusun perangkat pelaksanaan penjaminan mutu
    • Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan penjaminan mutu
    • Melaksanakan dan mengembangkan audit internal
    • Melaporkan pelaksanaan penjaminan mutu kepada Rektor
    • Menyiapkan SDM (Auditor) penjaminan mutu dalam kegiatan Audit Mutu Internal (AMI)
  • Fungsi pelayanan LPM
    • Konsultasi, pendampingan dan kerja sama di bidang penjaminan mutu
    • Pengembangan sistem informasi penjaminan mutu

 

FAKULTAS

Fakultas sebagai unit pelaksana akademik yang langsung berhubungan dengan pengelolaan kegiatan di Program Studi dituntut untuk melaksanakan kegiatan penjaminan mutu sejalan dengan kebijakan Universitas.

Organisasi Penjaminan Mutu di tingkat Fakultas adalah sebagai berikut:

  • Nama Pelaksana : Unit Penjaminan Mutu Fakultas (UPMF)
  • Penanggung jawab : Kepala UPMF
  • Penanggung jawab Sistem Audit Internal : Kepala UPMF
  • Tugas UPMF
    • Mengembangkan penjaminan mutu Fakultas
    • Melakukan sosialisasi penjaminan mutu di jurusan/program studi
    • Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan penjaminan mutu
    • Melakukan konsultasi dan pendampingan pelaksanaan penjaminan mutu
    • Membahas dan menindaklanjuti laporan Unit Penjaminan Mutu Prodi
    • Membantu menyusun Evaluasi Diri Prodi
    • Membuat usulan perbaikan kegiatan akademik dan non akademik
    • Mengirimkan hasil evaluasi diri Prodi ke Dekan dan Senat
    • Menyampaikan hasil laporan pelaksanaan penjaminan mutu Fakultas ke LPM dan Dekan

 

PROGRAM STUDI

Organisasi Penjaminan Mutu di tingkat Program Studi adalah sebagai berikut:

  • Nama Pelaksana: Unit Penjaminan Mutu Program Studi (UPM-PS)
  • Penanggung jawab Sistem Penjaminan Mutu Akademik : Kepala UPM-PS
  • Beranggotakan dosen dan mahasiswa
  • Tugas UPM-PS:
    • Membantu pengelola prodi dalam kelancaran kegiatan akademik
    • Memonitor dan membahas proses belajar mengajar yang sedang berlangsung serta mengevaluasi pembelajaran pada akhir semester
    • Mengadakan rapat minimal sekali dalam 2 bulan
    • Membuat laporan pelaksanaan belajar mengajar kepada Kaprodi dan UPMF

Pendekatan

Dalam melaksanakan seluruh rangkaian program kegiatan suatu siklus penjaminan mutu seyogyanya berdasar pada kondisi riil yang telah dicapai dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan fungsi layanan akademik.

Pendekatan yang menjadi implikasi dari menjalankan seluruh rangkaian penjaminan mutu adalah :

  1. Mulai dari sekarang, seluruh komponen yang terkait diajak untuk mulai dari sekarang   tanpa menunggu kelengkapan dan kesiapan komponen lainnya. Kondisi yang ada perlu diidentifikasi dan dipetakan baik melalui studi dokumen yang ada atau informasi lainnya. untuk memudahkan penyusunan program secara menyeluruh.
  2. Sinergi dengan semua komponen, pencapaian mutu merupakan proses yang saling terkait antara satu komponen dengan yang lainnya. Oleh sebab itu sinergi seluruh komponen, sosialisasi dan membangun apresiasi serta kepedulian  akan mempercepat pencapaian tujuan.
  3. Terencana, artinya semua rangkaian siklus penjaminan mutu dilaksanakan berdasarkan perencanaan menyeluruh. Semua kegiatan yang dilaksanakan harus didasarkan pada perencanaan yang matang sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
  4. Komitmen, diperlukan komitmen yang kuat mulai dari pimpinan sampai dengan pelaksana untuk melaksanakan peningkatan mutu pada setiap level unit kerja.
  5. Berkelanjutan, apabila suatu siklus penjaminan mutu sudah selesai maka harus dilanjutkan  dengan siklus berikutnya untuk mencapai standar yang lebih tinggi. Dan begitu seterusnya tanpa henti, sesuai dengan prinsip continuous quality improvement.