Tunda Pembaharuan OS Sama Saja Mengundang Racun

JAYABAYA.AC.ID, JAKARTA - Sistem operasi lawas di perangkat mobile merupakan celah yang dapat dimanfaatkan oleh peretas yang mencari untung. Padahal ancaman malware di perangkat mobile selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Internet Security Threat report Volume 23 dari Symantec mencatat jenis serangan malware di perangkat bergerak selama 2017 meningkat 54 persen dari tahun sebelumnya, dari 17.000 varian menjadi 27.000 varian.

Meningkatnya jenis malware tersebut tak diikuti oleh kesadaran pengguna perangkat bergerak, utamanya ponsel cerdas. Symantec mencatat dari sekian juta pengguna Android di seluruh dunia, hanya 20 persen di antaranya yang memakai sistem operasi terbaru, dilansir CNNIndonesia.

Data dari Statista menunjukkan pengguna Android memang masih sedikit yang memakai Android Oreo sebagai sistem operasinya. Sampai 5 Februari 2018, Oreo hanya terpasang di 1,1 persen ponsel Android.

Versi tersebut kalah jauh dari Android 6.0 Marshmallow yang masih dipakai di 28, 1 persen perangkat Android. Android 7.0 Nougat yang dirilis resmi pada Agustus 2016 lumayan laku dengan terpasang di 28,5 persen ponsel Android.

Perlu diketahui Android Oreo diluncurkan pada Agustus 2017, sedangkan Marshmallow pertama kali dirilis ke publik pada Oktober 2015 silam.

Country Manager Symantec Indonesia Andris Mesangi mengimbau pengguna perangkat bergerak selalu memperbaharui sistem operasinya untuk mencegah serangan siber yang terus berkembang, salah satunya adalah cryptojacking.

Kendati demikian memperbaharui sistem hanya sekadar meminimalisasi ancaman. "Itu untuk memperkecil kerentanan saja sebab enggak ada yang pasti dalam hal ini," ujar Andris.

Meski potensi serangan siber di Android ini cukup besar, Andris menilai ancaman yang sama juga mengintai perangkat iOS milik Apple. Bedanya, jumlah ancaman di sana relatif lebih sedikit dibanding di Android.

Anderis mengatakan, "Di Mac, serangannya sudah meningkat juga, tapi mungkin karena di Android penggunanya lebih banyak dan jumlah aplikasinya lebih luas jadi lebih berdampak di sana."

Andris menyarankan pengguna ponsel cerdas memasang aplikasi keamanan untuk mengantisipasi segala serangan siber tersebut.

Posted in Bewara on Apr 16, 2018


Share to :