Perkembangan Teknologi Pengaruhi Tingkat Pengangguran

JAYABAYA.AC.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan perkembangan teknologi yang sedemikian pesat akan memengaruhi keterserapan tenaga kerja dalam industri dan berdampak terhadap peningkatan angka pengangguran.

Menkeu mengatakan, "Untuk masalah pengangguran ini. Sekarang ini, kita tahu bahwa dunia berubah sangat cepat, di mana teknologi menjadi sangat dominan." Perkembangan teknologi itu, salah satunya ditunjukkan dengan diciptakannya robot yang semakin mirip dengan manusia yang suatu saat nanti akan bisa menggantikan peran manusia dalam melakukan berbagai pekerjaan.

Sri Mulyani mencontohkan industri tekstil, alas kaki, dan lainnya yang selama ini mempekerjakan banyak buruh akan bisa tergantikan dengan peran robot yang menggantikan pekerjaan mereka selama ini. "Sekarang ini, di Amerika Serikat (AS) ada eksperiman yang mobilnya tidak pakai sopir. Kalau nanti ekperimen berhasil dan bisa dijual maka akan muncul mobil yang tidak perlu sopir. Pekerjaan sopir termasuk yang akan hilang."

Kemudian, profesi analis kredit yang selama ini dilakukan manusia, tetapi kelemahannya pekerjaan manusia bisa dipengaruhi berbagai perasaan, tidak seperti mesin. "Manusia bisa dipengaruhi rasa laper, rasa sedih, belum kalau ditelepon temennya, ditelepon bosnya. Tolong ini dikasih kredit."

Namun, tambahnya, teknologi canggih melalui komputer sudah bisa membuat analisa dengan model seperti itu sehingga bisa mengetahui mana yang perlu diberikan kredit dan mana yang tidak yang bukan tidak mungkin menggantikan peran manusia.

Menkeu mengatakan, "Bukan hanya Indonesia yang menghadapi masalah ini. Makanya, bagaimana dunia menghadapi perubahan teknologi yang begitu besar yang akan memengaruhi tenaga kerja."

Meski demikian, Indonesia termasuk yang harus paling memikirkan dampak perkembangan teknologi karena pada 15 tahun ke depan jumlah penduduk bisa mencapai 280 juta jiwa, dan bisa bertambah lagi jadi 300 juta jiwa.

"Apalagi, sebagian besar penduduknya di bawah usia 30 tahun. Memang bukan pekerjaan yang mudah. Makanya, kita harus bisa memetakan letak potensi, kelemahan, dan kekuatan. Indonesia akan besar kalau Anda punya mimpi besar," katanya, seperti dilansir Antara.

Posted in Bewara on Feb 17, 2017


Share to :