Kesadaran Keamanan Siber Indonesia Peringkat ke-70 Dunia

JAYABAYA.AC.ID, JAKARTA - Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap keamanan siber masih sangat rendah. Budaya tersebut tidak perlu muluk-muluk dengan teknologi canggih, tetapi bisa dilakukan mulai dari setiap individu, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Menkominfo mengatakan, "Sederhana, semua dimulai dari kita sendiri. Kita ini belum memiliki budaya cyber security. Contoh, ini kan teman-teman ada yang pakai Gmail, Yahoo. Kapan terakhir ganti password?".

Dia meminta sosialisasi mengenai keamanan siber digencarkan, sebab Indonesia masih berstatus sebagai negara yang paling rendah keamanan sibernya.

Dilihat dari Index Security, frekuensi Indonesia diserang peretas masih di atas rata-rata dibanding negara lain di dunia.

Merujuk pada data yang dirilis International Telecommunication Union (ITU) mengenai Indeks Keamanan Siber Dunia 2017, Indonesia memiliki komitmen cukup tinggi untuk menigkatkan keamanan siber dibandingkan negara-negara di benua Afrika dan Asia Selatan.

Rudiantara menambahkan, "Kalau dilihat index security, kita di Indonesia ini memang di atas rata-rata dunia. Kita masih nomor 70 kalau tidak salah, jadi masih banyak yang harus dikejar."

Di kawasan Asia Pasifik, kesadaran terhadap isu keamanan siber ditempati oleh Singapura, Malaysia, dan Australia.

Setiap negara menerapkan praktek berbeda untuk keamanan siber. Selain pada tahap regulasi, pelatihan, hingga pengetahuan teknis, standar keamanan siber juga diterapkan pada organisasi yang terhitung rentan disusupi kejahatan siber.

Di Indonesia, Menkominfo meminta masyarakat untuk membangun kebiasaan mulai dari mengganti kata kunci surel dan ATM. Dua hal itu saja menurut Rudi sudah mengurangi kemungkinan diretas sebesar 50 persen. "Ini sederhana, membuat diri kita sadar akan keamanan siber. Kartu, akun email kita itu rentan terhadap security breach."

"Jadi kalau kita rutin mengganti password akun email kita, apalagi akun email yang umum seperti Gmail Yahoo dan perusahaan, itu setengah kita atau 50 persen kita terhindar dari security breach."

Meski hanya melakukan langkah yang sederhana, Rudiantara menilai rutin mengganti kata kunci surel akan berdampak besar pada ketahanan siber Indonesia. Selebihnya, Ia meminta korporasi untuk melakukan tugasnya memperkuat pengamanan terhadap pelanggan.

Rudiantara menambahkan, "Hal itu akan memberi pengaruh dari ketahanan siber security kita. Jadi kita tidak usah berpikiran yang canggih, biarkan korporasi melindungi dirinya dari siber breach. Tapi kita sebagai masyarakat sadar ganti pin ATM dan password email aja dulu." Demikian CNN Indonesia.

Posted in Bewara on Dec 07, 2017


Share to :